Tampilkan postingan dengan label Sail Banda 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sail Banda 2010. Tampilkan semua postingan

MI: KRI Suharso Gelar Operasi Surya Bhaskara Jaya Selama Sail Banda 2010

|

JAKARTA--MI: TNI AL akan menyemarakan pelaksanaan Sail Banda 2010 yang akan berlangsung 27 Juli sampai 8 Agustus 2010 dengan menugaskan KRI Suharso menggelar misi sosial bernama Operasi Bakti Surya Bhaskara Jaya (SBJ).

"TNI Angkatan Laut berperan aktif dalam kegiatan bakti sosial dalam rangka mewujudkan international civic mission dengan mengedepankan Operasi Bakti Surya Bhaskara Jaya (SBJ). Tujuannya adalah meningkatkan hubungan persahabatan di dunia internasional, perubahan mindset bernegara yang berorientasi ke laut," dalam rilis TNI AL di Jakarta, Rabu (2/6).


Kegiatan ini merupakan kegiatan yang hampir serupa dengan Sail Bunaken 2009 lalu. Kegiatan akan berpusat di Ambon dan Maluku Utara yang meliputi kesehatan pengobatan umum, ISPA, diare, kulit, malaria klinis, pengobatan gigi dan mulut, operasi katarak, operasi bibir sumbing, dan pelayanan KB.

Bakti Sosial lainnya meliputi pemberian bahan kontak, obat-obatan, buku-buku untuk

masyarakat serta tali asih untuk petugas di wilayah terpencil. TNI Angkatan Laut akan mengerahkan beberapa unsurnya diantaranya kapal rumah sakit KRI dr Suharso-990.

Beberapa negara lain yang akan ikut berperan pada kegiatan ini yakni Amerika Serikat dengan mengirimkan kapal rumah sakit terbesar USNS Mercy, Singapura mengirim satu kapal LST jenis LPD dan tim kesehatan, Australia dengan 2 kapal jenis landing craft heavy dan personel medis serta New Zealand dengan mengirim tim medis.

Sasaran operasi bakti SBJ di Pulau Ambon tersebar di daerah-daerah seperti Morela, Mamala, Liang, kamp pramuka, Wai, Paso, Halong, Hutumuri dan Kota Ambon. Sedangkan, di Pulau Buru kegiatan akan berpusat di Namrole. (Din/OL-06)

mediaindonesia.com

Aneh... Banda yang namanya dipakai dalam acara Sail 2010 ini, namanya tidak ada dalam daftar Sasaran operasi bakti SBJ.

Read More..

sailbanda.com; Tahu Tentang Banda atau Tidak?

|

Situs resmi yang mempromosikan pagelaran acara Sail Banda 2010, sailbanda.com, memuat hal yang keliru tentang Banda. Pada halaman Bandanese-culture, dituliskan bahwa tarian adat cakalele Banda dimainkan oleh 30 orang laki-laki. Padahal, tarian adat cakalele banda hanya dimainkan oleh 5 orang laki-laki dan atau 9 orang laki-laki.

Kekeliruan lainnya dapat dilihat dari foto-foto yang tersedia. Contohnya foto tentang tari Cakalele. dalam situs ini foto tari cakalele yang diunggah bukanlah tari cakalele. Menurut pantauan saya foto yang diunggah sepertinya foto tarian adat suku Dayak yang ada di Kalimantan.

Apa ini merupakan bukti bahwa pagelaran acara yang katanya event akbar, hanya dipandang sebelah mata? Sungguh ironis.....

Read More..

Maluku Tak Ada Apa-apanya Tanpa Banda

|

Diawal periode kedua RPJP (2010-2014) direncanakan pelaksanaan Sail Banda yang berpusat di Ambon Kata “ Banda “ digunakan karena nama tersebut telah mendunia sejak zaman colonial melalui rempah-rempahnya."
( http://www.malukuprov.go.id/index.php/berita/67-seputar-maluku/101-sail-banda-2010 )

Kalimat diatas tersebut saya kutip dari situs resmi Pemerintah Provinsi Maluku.

Sunguh-sungguh Menggelikan!!!

Banda yang merupakan salah satu kecamatan yang berada di Maluku yang dikenal dengan wisata bawah lautnya, hanya digunakan sebagai kata sandang pada penyelenggaraan event Sail tahun 2010.

Nama Banda dijual untuk menarik simpati para wisatawan internasional. Para wisatawan internasional pun berduyun-duyun mendaftar sebagai peserta event Sail 2010, karena Banda, bukan Ambon. Nama Banda yang laris manis di pasar wisata Internasional ini membuktikan bahwa Ambon dan Maluku tak memiliki kans di pasar wisata internasional.

Ini mungkin alasan mengapa Masyarakat Banda yang semenjak tahun 2000 menyatakan kesanggupan untuk memekarkan diri sebagai daerah Kabupaten dan atau daerah otorita menuai banyak tantangan. Pemerintah tingkat I Maluku dan Pemerintah Tingkat II Maluku tengah yang menaungi Kecamatan Banda, seakan tak rela kehilangan aset terbesarnya yang pada kenyataannya Pemerintah daerah tak pernah berperan dalam pembangunan Banda.

Memalukannya lagi, rangkaian acara yang pada mulanya akan dilaksanakan di Banda, satu per satu beralih ke daerah-daerah lain di kepulauan Maluku. Fasilitas-fasilitas yang diperuntukan pada daerah pelaksanaan Sail pun berangsur-angsur dialihkan ke tempat lain.

Tak masalah bagi Masyarakat Banda, mungkin hanya sedikit kecewa dengan kenyataan ini. jadi atau pun tidak event Sail Banda ini dilaksanakan di Banda, Kecamatan Banda tetap tak mendapatkan untung apa-apa dari Pemerintah Provinsi.

Yang sangat disayangkan adalah para wisatawan yang telah mendaftarkan diri sebagi peserta Sail Banda, yang bersemangat karena akan mengunjungi kepulauan Banda yang mereka kenal karena wisata alam, wisata sejarah dan wisata bawah lautnya, harus kecewa menerima kenyataan bahwa acara yang dilangsungkan tak sesuai dengan nama yang digunakan.

SALAM PERJUANGAN...!!!!
SALAM MENUJU PEMEKARAN BANDA...!!!
SEMANGAT HATA_SJAHRIR BERSAMA KITA...!!!!

Read More..
 

©2009 Sonegat | Template Blue by TNB